Blog Jarvis Store

Berita, Tips, dan Informasi menarik seputar dunia e-commerce

Laporan Statistik, Buat Apa sih?


Ketika Anda menjalankan sebuah bisnis, Anda tentu ingin bisa membaca pikiran pelanggan Anda agar Anda dapat memberikan yang terbaik untuk pelanggan Anda. Disadari atau tidak, Anda sebenarnya memiliki tools yang bisa digunakan untuk membaca pikiran konsumen.

Tool analitik dari laporan statistik web Anda bisa menjadi "intel" yang cerdas bagi para pemilik UKM. Ketika Anda mengetahui perilaku para pengunjung website, bagian website mana yang paling efektif dan mana yang diabaikan, Anda dapat memahami apa yang diinginkan pengunjung, sehingga Anda dapat menyediakan apa yang mereka inginkan bahkan sebelum mereka mengunjungi website kembali.

1. Mengetahui dari Mana Trafik Berasal

Hal paling penting yang Anda perlu tahu adalah dari mana trafik website berasal. Dengan melakukan analitik, Anda akan mengetahui bagaimana pengunjung bisa sampai ke website.

Anda dapat mengidentifikasi seberapa banyak rujukan yang didapat dari mesin pencari dan kata kunci apa yang sering digunakan audiens untuk menemukan website Anda. Jika kata kunci yang terbanyak digunakan tidak ada dalam sumber rujukan, Anda mungkin perlu mencari cara untuk meningkatkan SEO yang difokuskan pada kata kunci tersebut.

Mengetahui sumber trafik website juga dapat membantu Anda untuk lebih memahami berapa banyak pengunjung yang berhasil dijangkau melalui newsletter, email, dan media sosial.

Anda bisa mengetahui postingan atau email mana yang mendapat respon terbanyak dan kapan waktu paling efektif untuk berkomunikasi dengan para pelanggan. Anda juga bisa mengetahui website-website mana yang terhubung dengan website Anda atau yang membicarakan tentang bisnis Anda.

2. Mengetahui Apa yang Orang-orang Suka dan Tidak Suka dari Website Anda

Apapun yang orang katakan tentang apa yang mereka suka dari website Anda, hasil analitik tidak akan bohong. Analitik tidak hanya bisa mengidentifikasi halaman yang paling popular dan seberapa lama waktu yang dihabiskan pengunjung di website, tapi juga bisa mengidentifikasi halaman "exit" atau halaman terakhir yang dikunjungi sebelum pengunjung memutuskan untuk meninggalkan website.

Hal ini sangat penting untuk diketahui mengingat semakin lama pelanggan menjelajah sebuah website, semakin besar peluang terjadinya transaksi bisnis. Mengetahui halaman mana yang mereka sukai dapat membantu menemukan cara untuk meningkatkan kualitas halaman tersebut, sehingga pengunjung semakin betah berselancar di website Anda.

3. Menganalisis Konversi dengan Penjualan

Mengetahui perbandingan antara jumlah pengunjung dan penjualan bisa menjadi bahan evaluasi seberapa signifikan peran website Anda dalam mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

Walaupun tujuan utama dari website Anda bukan untuk penjualan, seperti misalnya hanya sekedar untuk mengajak pengunjung mengisi formulir atau survei, Anda bisa menentukan strategi pemasaran yang efektif dan produk yang cocok untuk pelanggan dengan mengetahui seberapa besar konversi yang didapat. Tidak setiap halaman harus bisa dikonversi, namun mengetahui halaman mana yang bekerja dengan baik dan mana yang tidak, bisa menjadi penentu apakah menuai kesuksesan atau kegagalan.

Website yang paling efektif adalah yang mudah di-navigasi-kan, mengundang perhatian, dan informatif. Membangun website dengan domain yang terpercaya seperti .com atau .net (atau bahkan .tv jika konten website Anda sebagian besar adalah video) merupakan cara yang efektif karena ekstensi domain ini sudah dikenal banyak orang dan mudah dibaca oleh SEO.

Ditambah dengan analisis tentang bagian mana yang bekerja dengan baik di website dan mana yang tidak, akan membantu Anda membuat strategi online yang efektif.

Bagaimana caranya memulai melakukan analisis pada website?

Anda bisa memulai dengan menggunakan analytic tool yang berbiaya rendah atau bahkan gratis seperti Google Analytics. Melalui layanan ini, Anda bisa mendapatkan informasi berharga tentang seberapa banyak pengunjung yang datang ke website dalam periode tertentu, berapa banyak pengunjung mengklik link dalam website, berapa lama waktu yang mereka habiskan di website, dan lainnya.

Di Jarvis Store juga sudah tersedia analytic default untuk website toko onlinemu, jadi Anda tidak perlu setting ulang lagi. Tapi, jika Anda ingin menggunakan Analytics sendiri, Anda bisa melihat tutorial ini untuk pemasangannya.

Menggunakan Akun Google Analytic Sendiri di Jarvis Store

(***)

Sumber: indotelko.com via smartbisnis.co.id